Minggu, 28 April 2013
10 Tips Fotografi Potret
1. Gunakan lensa yang memiliki apertura besar misalnya 1.2, 1.4, 1.8. Lensa 50 mm f 1.8 harganya tidak mahal dan cocok untuk fotografi potret.
2. Ambil foto potret di area teduh misalnya di bawah pohon agar cahaya pada wajah lebih lembut. Hadapkan subyek anda pada sumber cahaya ketika berada pada area teduh.
3. Fokuskan pada mata. Jika apertura terbuka lebar anda perlu menjaga fokus pada mata. Bagian lain dari wajah akan sedikit keluar dari fokus. Anda perlu agak mendekat ke subyek untuk mendapatkan efek ini, kebanyakan hanya bagian kepalanya saja.
4. Jika anda ingin memotret subyek anda dari kepala hingga ujung kaki, berhati-hatilah dengan penyetelan apertura agar supaya subyek anda sepenuhnya dalam fokus. Misalnya jika anda memotret pada bukaan apertura 2.8, depth of field atau jangkauan fokusnya terlalu dangkal untuk mendapatkan fokus keseluruhan dari subyek anda. Tutup sedikit apertura ke sekitar 5.6, jangan menyetel shutter speed lebih rendah dari 1/25 detik karena akan menyebabkan blur, tingkatkan ISO ke 200 dan lihat apakah anda dapat memasukan cukup cahaya untuk mengambil foto tersebut. Hal ini berlaku jika anda memotret di area teduh atau pada sore hari. Cobalah berbagai kombinasi berbeda untuk mendapatkan hasil terbaik fotografi potret anda.
5. Memotret dalam mode manual. Banyak artikel mengatakan bahwa andalkanlah aperture priority tapi hal itu hanya berlaku jika anda baru mengenal kamera anda. Jika anda menginginkan foto yang lebih berkualitas, anda harus memotret secara manual.
6. Pastikan ada cahaya yang memantul dari mata subyek anda. Anda dapat melakukannya walau dalam area teduh. Selalu hadapkan subyek anda pada sumber cahaya.
7. Berikan sesuatu pada subyek anda untuk dipegang, misalnya bunga atau apa saja yang sesuai dengan temanya.
8. Perhatikan apa yang ada pada latar belakang. Cobalah untuk membuat latar belakangnya sederhana agar subyek menjadi perhatian utamanya.
9. Coba sesuaikan pakaian subyek anda yang cocok dengan latar atau tema foto. Ingatlah bahwa anda adalah seniman yang menghasilkan karya seni anda, jadi anda perlu hal-hal yang dapat mendukung visi anda dalam fotografi potret.
10. Milikilah perangkat lunak pengeditan gambar agar supaya anda dapat mengedit foto anda nanti. Foto anda mungkin akan menjadi lebih baik setelah diedit. Banyak fotografer yang melakukan hal ini.
Label: Sepercik ILmu
BeLajar Teknik Zooming
Zooming merupakan teknik foto
untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa pada saat
eksposure. Perubahan panjang fokus hanya dapat dilakukan dengan lensa yang
dilengkapi dengan zoom. Dalam foto zooming terkesan gambar yang blur seakan
bergerak menuju atau melepas dari satu area fokus. Teknik ini berbeda dengan panning meski
keduanya sama-sama memfokuskan titik pada obyek dan mengaburkan background.
Untuk mendapatkan kesan gerak, anda harus menggunakan kecepatan rana tidak
lebih dari 1/30 (kecepatan rendah), tapi itu tidak mutlak tergantung sang
fotografer. Alasannya menggunakan speed rendah untuk
mengaburkan obyek pada selain area fokus.
Pada saat pemotretan, dalam waktu bersamaan
dengan proses eksposure, titik fokus lensa diubah dengan menarik lensa zoom ke
dalam atau ke arah luar (untuk jenis zoom yang ditarik) atau dengan cara menggeser
titik fokus lensa ke kiri atau ke kanan (untuk lensa zoom jenis gelang). Sebaiknya, gunakan tripod
untuk menopang kamera, selain itu untuk menjaga fokus agar maksimal. Karena foto zooming adalah
hasil dari menggerakkan zoom lensa baik secara zoom in atau zoom
out saat shutter ditekan. Di sini diperlukan keselarasan antara
tekanan shutter dan zoom yang digerakkan
secara bersamaan untuk menghasilkan harmoni yang diinginkan.pada saat pemotretan. Tempatkan subjek utama pada bagian
tengah foto. Pada bagian ini, ketajaman gambar relatif lebih baik dari bagian
lain.
Efek zooming terbaik akan
diperoleh jika background memiliki kontras dan warna yang bervariasi. Besarnya
efek zooming yang diperoleh tergantung pada berapa cepat gerakan tangan anda
mengubah fokus pada saat eksposure. Teknik ini dapat digunakan baik pada siang
hari atau pada malam hari/kondisi pencahayaan kurang. Jika pemotretan dilakukan
malam hari, anda dapat memakai waktu pencahayaan lama dan akan memperoleh efek
lampu yang membentuk garis-garis panjang cahaya.
Label: Sepercik ILmu
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)





